Hari Ini
658
Bulan Ini
13859
Dikunjungi
170209
Alamat IP
54.224.79.93
TEMPO Interaktif, Jakarta - Peminat jajanan keripik pedas Maicih makin banyak. Begitu juga dengan
para jenderalnya. Jenderal yang dimaksud adalah distributor Maicih.
Jenderal inilah yang memasarkan Maicih. Disebut jenderal karena
distributor adalah panglima lapangan.
"Kini peminat jenderal
sudah ribuan tiap harinya," ujar Reza Nurhilman, pemilik Maicih, ketika
dihubungi Selasa, 16 Agustus 2011.
Maicih, keripik pedas dari Bandung ini memang lagi hits. Di jejaring sosial twitter, Maicih banyak disebut (mention).
Di lapangan, penjualnya yang gentayangan (istilah beredar dari Maicih)
banyak diserbu. Maka tak ayal, banyak jenderal yang ingin bergabung.
Menghadapi
ribuan peminat tersebut, Reza menuturkan mulai mengatur persyaratan,
wilayah yang dibutuhkan, dan tata cara Maicih. Semuanya bisa dilihat di
laman resmi Maicih yang beralamat www.maicih.co.id
Maicih, kata Reza, kini lebih selektif menyeleksi jenderalnya. "Kami cari yang tidak hanya money oriented," ujar dia. Menjadi jendral Maicih artinya mampu pula mengembangkan pemasaran keripik bergambar perempuan tua ini.
Maka,
Maicih dalam bendera PT Maicih Inti Sinergi pun mengatur pelatihan
calon jenderal agar mampu menunjukkan loyalitas, totalitas, dan
sinerginya. "Semua calon jenderal dituntut hadir (pelatihan) ke
Bandung," kata Reza.
Tujuannya, lanjut Reza, agar bisa mengenal
calon jenderal lebih dalam sehingga bisa diketahui bahwa jenderal
tersebut tak hanya menginvestasikan uang, tapi juga pikiran dan tenaga
bagi pengembangan produk Maicih.
Maicih memang menggiurkan.
Dirintis pertengahan 2010, Maicih kini sudah memiliki 80 jenderal hampir
di 50 kota. Produksinya pun mencapai 100 ribu bungkus per pekan. Siapa
yang tidak tertarik menjadi jenderal dengan potensi pasar yang besar dan
nama yang melejit. Tapi ternyata banyak pula yang memanfaatkan nama
Maicih.
Menurut Reza, banyak oknum yang menjual Maicih secara
ilegal. Penjual ilegal tersebut terkadang berasal dari konsumen yang
membeli Maicih dalam jumlah banyak. "Lalu menjual kembali, sayangnya
harganya tidak sama," kata dia. Akibatnya, merusak pasar. Keripik Maicih
resmi yang dijual Reza bisa dilihat pergerakan jenderalnya dari akun
Twitter @infomaicih.