Hari Ini
430
Bulan Ini
14556
Dikunjungi
182440
Alamat IP
50.16.108.167
VIVAnews - Seorang wanita berkonde di bungkus keripik
pedas Maicih menjadi misteri sejak kemunculan cemilan bercitarasa super
pedas ini. Siapakah Maicih? Sosok imajiner sebagai strategi penjualan
atau benar-benar ada.
Menurut pendirinya, Reza Nurhilman, usaha
keripik Maicih masih seumur jagung. Genap setahun pertengahan Juni 2011.
Namun, keripik pedasnya mampu menghasilkan omzet miliaran rupiah. Reza
yang akrab disapa Axl buka suara mengenai misteri dibalik keripik
Maicih.
Mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas
Maranatha Bandung ini menuturkan, Maicih adalah bagian dari ingatan masa
kecilnya.
"Bagi saya, Maicih adalah hasil kerinduan dan kenangan saat masih kecil," ujar Axl kepada VIVAnews, pekan lalu.
Tumbuh
besar sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, lekat di ingatannya,
wanita paruh baya yang tinggal di pedesaan. Dandanan dengan kain kebaya
ala kadarnya, berkonde siput serta sering menenteng dompet kecil
beresliting tempat menyimpan uang receh.
"Saat meminta uang, Ibu sering menyuruh sama langsung mengambilnya dari dompet Maicih," ia menjelaskan.
Lulus
SMA dan bekerja serabutan, Reza akhirnya menemukan peluang bisnis. Ia
bertemu wanita paruh baya yang mirip sosok Maicih yang mempunyai resep
keripik pedas. "Kami bekerjasama sampai akhirnya saya mendirikan usaha
sendiri dan memasarkannya dengan merek dagang Maicih," ungkap pria 23
tahun tersebut.
Suka duka membangun usaha ia rasakan. Mulai
memasarkan produk di kalangan teman-teman, mengantarkan pesanan sendiri,
kini Axl telah menjadi seorang 'presiden'. Ia membawahi 80
jenderal-sebutan untuk agen penjualan- yang tersebar di seluruh
Indonesia.
Bisnis makanan ringan yang ekslusif, beroleh sambutan
hangat. Antrean panjang selalu terlihat di setiap lokasi penjualan para
Jenderalnya. Tak jarang, banyak calon konsumen yang tak kebagian keripik
pedas dan gurih ini.
"Ternyata brand Maicih yang nyeleneh dan berbeda serta rasanya yang disukai lidah Indonesia membuat orang suka," ujarnya.